Beranda > Renungan > Chatting dengan Tuhan

Chatting dengan Tuhan

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

aku : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

aku : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk sekali.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk…!!

aku : Nggak tau Tuhan. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan.

TUHAN : Tapi produktivitas memberimu hasil.

TUHAN : Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

aku : Saya mengerti itu.

aku : Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.

TUHAN : Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

aku : OKE…🙂 sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup.

TUHAN : Jalani saja.

TUHAN : Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

aku : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.

TUHAN : Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.

TUHAN : Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

aku : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

aku : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

aku : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.

TUHAN : Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.

TUHAN : Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.

TUHAN : Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

aku : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang baik tapi keras.

TUHAN : Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

aku : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?😦

aku : Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.

TUHAN : Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

aku : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.

TUHAN : Lihatlah ke dalam.

TUHAN : Melihat ke luar, kamu bermimpi.

TUHAN : Melihat ke dalam, kamu terjaga.

TUHAN : Mata memberimu penglihatan.

TUHAN : Hati memberimu arah.

aku : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.

TUHAN : Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.

TUHAN : Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.

TUHAN : Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

aku : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.

TUHAN : Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

aku : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.

TUHAN : Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

aku : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.

TUHAN : Berhentilah mencari mengapa saya di sini.

TUHAN : Ciptakan tujuan itu.

TUHAN : Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

aku : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.

TUHAN : Peganglah saat ini dengan keyakinan.

TUHAN : Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

aku : Pertanyaan terakhir, Tuhan.

aku : Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab.

TUHAN : Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

aku : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke…😉

TUHAN : Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.

TUHAN : Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan

TUHAN : masalah untuk diselesaikan.

TUHAN : Percayalah padaKu.

TUHAN : Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.


TUHAN has signed out

Kategori:Renungan Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: